My self clarification
July 12, 2017
Good girl act like baddass.
Saya ga pernah mengakui diri saya sebagai kaum social night. Iya memang beberapa waktu belakangan ini frekuensi saya menjadi lebih sering mengunjungi tempat dengan musik bervolume dasyat pada malam hari hehehehehe.
Kemampuan saya untuk minum alkohol jauh menurun, bahkan habisin setengah botolpun udah ga bisa dinego untuk tubuh saya yang berbeda saat beberapa bulan yg lalu. Mungkin efek self-sugestion saya berhasil. Minuman beralkohol itu ga ada manfaatnya ke tubuh, apalagi saya merupakan calon ibu yg sudah seharusnya aware untuk menjauhkan diri dari hal tsb.
Berkunjung ke tempat malam seperti ini mengajarkan banyak hal sebenarnya. Tergantung dari sejauh apa anda dapat menahan iman ya.
Saya pribadi sih belum dapat pengaruh buruk dari night life seperti ini, wong saya ga konsumsi apapun di tempat seperti ini kok. Cuma nikmati musik skalian olahraga malem. Udah itu aja (maksud saya juga skalian liat cowo ganteng, maksud saya pula hanya LIAT doank, ga punya nyali untuk hal lebih lainnya 😂)
Pada dasarnya, saya suka bertemu dengan orang baru dan suka bergaul. Jadi tempat seperti ini nampaknya dapat memberi peluang baik untuk mengemban misi saya lol.
Cowo dengan badan bagus tiba-tiba bercumbu, para kupu-kupu malam, kaum socialita, the ababil yang ingin dicap sebagai anak gahol, hingga tante-tante yang ingin menjadi girang. Well, heterogeneous. Oh iya, one of the kind like me, penikmat musik hahaha sebagian besar lagu di sini adalah lagu on my playlist (so i used to karaoke rather than dancing hehehe).
Mungkin akan tertawa, orang tua saya tidak pernah tau anak bungsunya main kucing-kucingan untuk pergi malam.
Orang tua saya type orang tua yg taat pada jam malam dan beranggapan dunia saat matahari terbenam itu berbahaya untuk saya. Terutama ibu, beliau akan meneror dan menanyakan kapan sampai rumah jika saya belum pulang.
Saya sadar, itu bentuk rasa sayang dan peduli kepada anak yg selalu dianggap anak kecil bagi mereka. Dan saya sangat bangga dan menghargai penghargaan tsb 😳
But, come on mom! I'm almost 27yo. And if i just stay at home, i will never know what's happening in the outside of my cage. Saya Akan menjadi seorang gadis lugu yg akan kaget menghadapi dunia ini.
And trust me, saya ga akan pernah mengecewakan orang tua. Saya masih tau malu. I know the borders and will never test my limit.
Tempat yg saya dan kawan kunjungi pun merupakan tempat malam yg (menurut kami) paling nyaman.
Ya setidaknya tempat ini mewajibkan pengunjungnya berusia diatas 23tahun. Ok, the point is, SEE LESS OF CABE-CABEAN.
Saya penyuka musik yg tenang, musik yg kerap dimainkan saat di kedai kopi. Musik yg dapat mengiring percakapan hingga ke topik fly to the moon and back again. Kalo kata google, jenis musik tsb adalah Tropical. Nah ini, club ini lagunya gueh banget, jdi makin mantep buat dance skalian karaoke hahaha
Club isnt the best place to find lover. Lho itu kata Ed Sheeran. Dan bener juga sih.
Kalau kata saya,
Club isn't the best place to stress release.
Saya kena candu night life ini sesaat saya putus cinta yg lalu. Kawan-kawan saya (yg sangat bijaksana) menyarankan untuk pergi ke club, guna menghilangkan kegalauan saya.
Ok, saya coba.
Tapi ternyata galau saya cuma terpending, bukan hilang hahaha.
Ok, ternyata tidak berhasil
ain't using club to stress release, just for having fun.
Dont judge me from my instastory hahaha i'm not that bad girl who just want to chilling in club 😉
Loves ❤

0 comments