Go online or stay Conventional?
July 10, 2017
Yah lagi iseng buka instagram, ada satu foto dengan latar pantai Sanur-Bali yang diupload oleh Teman saya. Saya tertuju pada standing caption yang menurut saya attractive. Saya telusuri hashtag nya yg belum pernah saya baca sebelumnya.
Saya bukan pengguna "tetap" dari applikasi tersebut, mungkin karena itu saya agak sedikit WAW begitu tau jika beberapa pantai ternama di Bali terdapat standing caption seperti dibawah ini.
Agak amazed begitu liat perusahaan tsb me-marketing-kan brandnya. Bahkan puluhan atau bahkan sudah ratusan mobil ditempeli iklan dari perusahaan dengan latar belakang biru langit ini WAW NIAT BANGED.
Iklan perusahaan tsb juga menggunakan artes yg warga se-Indonesia udah pada kenal.
Sebulan yg lalu pula, perusahaan tsb bekerja sama dgn perusahaan dimana saya bekerja, melakukan kerja sama, ya yg mendatangkan keluarga itu lho.
Dan bahkan, mereka melakukan syuting iklan di bandara. Kaget? Biasa aja sih. Titi Kamal main di iklan mereka dengan latar bandara kan biasa aja ya.
Setelah iklannya rilis, baru tau kalau scene bandara CUMA 3DETIK DOANK, dan mereka setuju dengan tarif sewa lokasi syuting yg kami tawarkan. Bocorannya harganya sewa kami GA MURAH lho.
Kadang bingung sama perusahaan onlen macem gini, omzetnya brapaan sih, wong cuma jual tiket yg harganya beda beberapa rupiah dri website lain doank.
***
Pernah saya bersenda gurau dengan salah satu mitra usaha perusahaan kami. Mitra usaha tersebut bergerak di bidang Hotel, Tour & Reservation.
Beliau, iya sebut saja Beliau ini adalah Direktur yang merangkap menjadi Penjaga Counter. Kerutan tentu tak bisa menutupi umur Beliau yg sudah 70tahunan walau uban dapat diwarnai hitam. Saya tak sengaja bertemu Beliau saat berjalan-jalan di Bandara. Sebenernya menghindari bertemu Beliau, karena menurut saya Beliau agak gimanaaaaaa githu hahaha.
Me: "Bapak, apakabar?"
Beliau: "Baik, Mb Feby apakabar?"
Me: "Gimana pak usahanya, lebih baik kah sekarang?"
Beliau sempat mengajukan beberapa perubahan kontrak karena usaha Beliau mengalami penurunan (bukan penurunan, tapi menurut saya mulai bangkrut).
Beliau: "Ya begitulah Mb Feb, kalah sama traveloka. Semua yg datang ke Bali sudah booking hotel, saya tawarkan tiket pesawat atau paket permainan sudah booking di traveloka kata mereka"
Ok well, saya bukan type yg tega melihat seorang yg bahkan jauh lebih tua dari ortu saya mengkasiani nasibnya seperti ini. Apalagi setiap saya jalan ke Terminal, saya HANYA melihat Beliau yg berada di counter. Dalam hati saya bertanya, emangnya ga Ada pegawai lain ya.
***
Begitu lah dunia usaha kan. Ada masanya berjaya dan masanya bergelut dengan nasib gulung tikar.
***
Tak jauh dari counter Beliau, ada 3 counter Transportasi Resmi Bandara.
Maksud saya RESMI adalah Transportasi yg terikat kontrak dengan perusahaan kami. Ya dalam kontrak tersebut juga memuat mengenai unsur nominal dan aturan yg telah disepakati bersama.
Well, kalau bahas Transportasi Resmi Bandara vs Taxi Online ga bakal ada habisnya kan yaaaaaaaaaa. Ini problem si seluruh universe.
Saya selaku konsumen, tentu memilih yg lebih murah dengan fasilitas yang sangat worth it dengan harga yg jauh lebih terjangkau dari transport resmi bandara.
Nah saya juga sebagai karyawati yg mengerti aturan yg tertulis di kontrak mereka pun miris. Miris melihat laporan dari transport resmi bandara yg seharusnya bisa menguntungkan kami.
Just for illustration perbandingan antara online dan transport bandara dari bandara ke rumah saya (sekitar 20km)
Taxi online: sekitar 66ribu, beda harga kalau rush hour
Transport bandara: sekitar 200k
Beberapa kali Transport Bandara tersebut mengajukan protes serta diskusi dari adanya taxi online yg masih beroperasi di bandara ke kantor kami. Hasil pertemuannya tentu bukan hak saya untuk menjabarkannya.
Saya pernah iseng naik ojek motor - mobil online dan mewawancarai sang driver. Still not clear for me, mengapa mereka dapat menyediakan jasa yg jauh lebih murah kebanding dengan non-online.
Ya singkat saja, perhitungannya melalui system. Ok nonsense for me. Entah knapa system mereka bisa menguntungkan perusahaan dan driver. Bahkan pernah terbesit mending saya jdi driver online aja kali ya hahahha
Saya tidak bermaksud untuk menganjurkan saran atau solusi, karena saya juga belum mempunyai solusi untuk itu #LHOAPASIH
Anggap lah itu bagian dari bisnis. Persaingan layaknya hukum rimba yang masih berlaku hingga di zaman semodern ini. Hukum rimba nya tanpa kekerasannya.
Saya tidak bermaksud untuk merekomendasikan pihak manapun. Karena sifat blog ini adalah netral bukan ala artis endorse lol.
Percayalah pada rejeki yang baik akan datang dengan cara yang baik pula 👈👈 ini bijak beud dah!!!!
Hahaha sorry topicnya kesana kesini ga ada focusnya. Udah lama sekalay ga nulis (excuse accepted).
Transport online vs Transport local is the interesting topic to discuss. Topic mengenai isi perut orang emang selalu menarik untuk dibahas.
Loves ❤

0 comments